• gbheader1
  • header
  • header2

Selamat Datang di Website SMP NEGERI 1 PUNUNG | Beriman, Berilmu, Berbudaya dan Berwawasan Lingkungan | Terima Kasih Atas Kunjungannya.

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana tampilan website ini
Sangat Baik
Baik
Cukup
Kurang
Sangat Kurang
  Lihat

Statistik


Total Hits : 81613
Pengunjung : 36123
Hari ini : 21
Hits hari ini : 41
Member Online : 0
IP : 35.168.111.191
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Kontak Kami


SMP NEGERI 1 PUNUNG

NPSN : 20510974

Jl. Raya Punung - Pacitan Ds. Sooka Kec. Punung Kab. Pacitan 63553


info@smp1punung.sch.id

TLP : 0


          

ALI ALI AKIK




Langkah  inovasi SMP Negeri 1 Punung berupa program “ALI-ALI AKIK”. Inovasi ini bermula sebagai sebuah solusi dari masalah yang dihadapi sekolah terhadap banyaknya peserta didik yang kurang kesadarannya untuk melaksanakan Ibadah Shalat Dhuhur berjamaah. Salah satunya karena mereka tidak terbiasa melaksanakan shalat berjamaah, baik di rumah maupun di sekolah.

 

“ALI-ALI AKIK” akronim dari (Anak lebih Islami, Anak lebih Beriman, Akhlaqul Karimah Idaman Keluarga) berupa program pembiasaan shalat berjamaah untuk peserta didik. Dengan program tersebut peserta didik yang tidak shalat berjamaah semakin berkurang. Selain itu, dapat menumbuhkan karakter yang positif bagi peserta didik.

 

Inovasi “ALI-ALI AKIK” ini, sebagai wujud sumbangsih SMP Negeri 1 Punung dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, yaitu generasi bangsa yang siap bersaing dengan bermodal kecerdasan yang komprehensif : produktif, inovatif, damai dalam interaksi sosial, memiliki keterampilan (skill) yang unggul dan berbudi pekerti luhur yang berahlahqul karimah.

 

Program inovasi “ALI-ALI AKIK” dicanangkan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi sebagian peserta didik SMP Negeri 1 Punung yang sering tidak shalat apa lagi shalat berjamaah. Upaya pemecahan masalah tersebut dimulai tahun 2017. Langkah awal yang dilakukan sekolah, yaitu menyediakan sarana shalat yang memadahi  bagi peserta didik, warga sekolahdan masyarakat. Ternyata dengan disediakannya Musholla yang memadahi,  peserta didik, warga sekolah, dan masyarakat merasa sangat terbantu. Peserta didik yang biasanya sering tidak shalat lama-kelamaan semakin berkurang hingga dapat meminimalisasi siswa yang tidak melaksanakan shalat, dengan harapan tidak ada lagi anak yang tidak shalat berjamaah baik di sekolah maupun di luar sekolah.

 

Setelah selesai shalat mereka menunjukkan Kartu Shalat sebagai kontrol, jika kedapatan ada anak yang tidak mendapatkan kartu shalat maka anak tersebut diwajibkan shalat terlebih dahulu sebelum mengikuti pelajaran berikutnya. Banyak manfaat yang dirasakan oleh siswa setelah membiasakan shalat berjamaah. Selain itu juga dapat memberikan pengetahuan baca tulis Al qur’an.

 

Inovasi yang pada awalnya untuk mengatasi banyaknya  peserta didik yang tidak shalat di sekolah, telah berkembang menjadi kebiasaan anakyang memberikan bekal kepada anak untuk memiliki jiwa religi yang tinggi. Gebrakan ini pertama kali dilakukan di SMP Negeri 1 Punung dan belum ada duanya di Pacitan. “ALI-ALI AKIK” merupakan bentuk pelayanan publik yang kreatif dan inovatif, karena “ALI-ALI AKIK” mampu menjadi solusi terhadap permasalahan banyaknya peserta didik yang tidak melaksanakan shalat berjamaah.

Untuk itu SMP Negeri 1 Punung berusaha agar pelaksanaan pembiasaan tersebut berjalan semaksimal mungkin. Langkah kreatif dan inovativ yang diambil dengan cara menerapkan Kartu Sholat. Pada awalnya kegiatan shalat dhuhur berjamaah hanya diikuti peserta didik  kurang lebih 30%. Setelah diterapkan Kartu Sholat, peserta didik yang melaksanakan shalat dhuhur berjamaah mencapai 100%.

 

Pelaksanaan “ALI-ALI AKIK” dimulai bulan Agustus 2017 dan terus berinovasi dengan menyediakan kartu yang permanen dan berkualitas baik. Serta untuk meminimalisir kebohongan anak yang mengaku berhalangan disediakan kartu khusus warna merah dan dicatat di buku absen khusus. SMP Negeri 1 Punung berusaha agar pelaksanaan inovasi “ALI-ALI AKIK” berjalan semaksimal mungkin, dengan menerapkan hal-hal sebagai berikut antara lain adalah:

  1. Pembiasaan ini berlaku untuk seluruh siswa kelas 7, 8, dan 9 yang beragama Islam sejumlah 571.
  2. Agar pelaksanaan pembiasaan ini berjalan maksimal maka sekolah menyediakan waktu selama 1 jam pada jam istirahat kedua.
  3. Karena keterbatasan tempat dan agar siswa dapat melaksanakan kegiatan ini dengan nyaman, maka shalat dhuhur berjamaah dilaksanakan 4 sesi dengan kerja sama guru yang lain sebagai Imam.
  4. Untuk menertibkan peserta didik, disediakan “Kartu Shalat”. Siswa yang sudah melaksanakan shalat mengambil kartu. Kartu laki-laki berwarna biru, perempuan berwarna hijau, sedangkan kartu warna ping untuk siswi yang berhalangan (datang bulan) . Kartu yang sudah diterima di akhir pelajaran dikumpulkan sesuai jumlah anak yang hadir pada hari itu oleh Bapak/Ibu guru yang mengajar pada jam ke-7d 8.

 

Untuk meminimalisasi kebohongan anak yang mengaku berhalangan disediakan kartu khusus warna pink dan mencatat di buku absen khusus sudah berapa hari. Penanggung jawab pelaksanaan inovasi “ALI-ALI AKIK” adalah Kepala SMP Negeri 1 Punung. Komite Sekolah berperan sebagai pengawas dalam pelaksanaan program tersebut. Orang tua/wali murid  senantiasa memberikan motivasi kepada anak-anaknya agar patuh dan giat untuk melaksanakan inovasi tersebut. Bapak/Ibu guru pengampu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) selalu memonitoring dan mengevaluasi dalam pelaksanaan shalat berjamaah baik di sekolah maupun dirumah, karena shalat merupakan suatu kewajiban.

 

Bapak ibu guru SMP Negeri 1 Punung yang selalu memotivasi peserta didik agar terampil, disiplin, tanggung jawab,dan mampu menjadi manusia yang berkarakter mulia. Inovasi “ALI-ALI AKIK” di SMP Negeri 1 Punung,  memberikan keberhasilan yang luar biasa berupa:

  1. Anak lebih Islami, lebih beriman, berAkhlaqul Karimah.
  2. Peserta didik yang tidak melakukan shalat dhuhur berkurang (turun).
  3. Peserta terbiasa untuk melaksanakan shalat berjamaah baik di sekolah maupun di lingkungan sekolah.
  4. Penanaman nilai karakter kepada peserta didik.
  5. Dapat meningkatkan kedisiplinan dan kemandirian.

 

Inovasi “ALI-ALI AKIK” SMP Negeri 1 Punung dapat memberikan manfaat yang sangat luar biasa diantaranya:

  1. Meningkatnya keimanan dan berAkhlaqul Karimah.
  2. Meningkatnya jumlah peserta didik yang melaksanakan shalat berjamaah.
  3. Tertanamnya nilai-nilai karakter kepada peserta didik.
  4. Meningkatnya kedisiplinan dan kemandirian.
  5. Orang tua senang anak-anaknya tekun melaksanakan ibadah shalat diruma
  6. TercapainyaVisi Misi sekolah dalam bidang unggul dalam Imtaq.

 

Dengan adanya kegiatan inovasi ini, menjamin kualitas pendidikan yang unggul dalam aktifitas keagamaan dan menjadikan peserta didik yang lebih agamis. Prestasi peserta didik baik akademik dan non akademik meningkat. Peserta didik mendapatkan ilmu tentang keagamaan, yang nantinya dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan visi sekolah kami “DENGAN IMTAQ DAN IPTEK MEWUJUDKAN GENERASI YANG BERIMAN, BERILMU DAN BERBUDAYA LINGKUNGAN”.

 

Manfaat yang dapat dipetik sebagai hasil dari program inovasi  “ALI-ALI AKIK” yaitu SMP Negeri 1 Punung dapat menurunkan jumlah peserta didik yang tidak melaksanakan Shalat Dhuhur berjamaah di sekolah dari 70 % menjadi 0 % (Shalat dhuhur berjamaah semua). Penyediaan  kartu Shalat sebagai pengalaman baru dalam menyelesaikan masalah bagi peserta didik yang tidak shalat dhuhur berjamaah di sekolah. Dengan mengatasi permasalahan yang ada ternyata mendapatkan pengalaman dan pendidikan yang sangat luar biasa.

 

Selama awal kegiatan hingga sampai saat ini, keberadaan program “ALI-ALI AKIK”mampu mendapatkan apresiasi yang positif, baik dari lingkungan managemen sekolah, lingkungan masyarakat setempat dan wali murid atau orang tua pesertadidik. Dampak positif yang dihasilkan dari program ini, berakibat munculnya reaksi yang apresiatif dari orang tua peserta didik dan komite sekolah.  Apresiasi yang positif tersebut menjadikan pihak komite sekolah menginginkan agar program “ALI-ALI AKIK” ini bisa terus dijalankan secara berkelanjutan. Konsekuensi logisnya, pihak komite sanggup dan siap memberi dana operasional “ALI-ALI AKIK”. Dampak positif berikutnya adalah keberadaan dari konsep program“ALI-ALI AKIK”, diharapkan bisa direplika dan dikembangkan dalam meningkatkan aktivitas keagamaan peserta didik di sekolah lain. Kepala Sekolah sudah berupaya menyampaikan inovasi ini di pertemuan MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) di Kabupaten Pacitan agar sekolah-sekolah yang mempunyai permasalahan seperti di SMP Negeri 1 Punung dapat menerapkan inovasi ini di sekolahnya meskipuan tidak harus sama persis dengan semua progran dan kegiatan  secara keseluruhan.

 

 

Kontributor:

"Tim Ali Ali Akik"




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas